Logo Bloomberg Technoz

Saham yang menguat dan menjadi top gainers diantaranya saham PT Tanah Laut Tbk (INDX) yang melesat 34,9%, saham PT SinergiMulti Lestarindo Tbk (SMLE) melejit 34,9%, dan saham PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menguat 34,52%.

Sedang saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Maja Agung Latexindo  Tbk (SURI) yang jatuh 13,2%, saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) ambles 10,1%, dan saham PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) drop 9,92%.

Pada sore hari ini, sejumlah Bursa Saham Asia juga menguat dan menghijau. PSEI (Filipina), Kospi (Korea), Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), SETI (Thailand), SENSEX (India), NIKKEI 225 (Tokyo), Topix (Jepang), dan Shanghai Composite (China) yang berhasil menguat masing–masing 1,51%, 1,24%, 1,07%, 0,74%, 0,63%, 0,61%, 0,3%, 0,25%, dan 0,04%.

Sementara Bursa Asia lainnya ada yang masih ada di zona merah i.a Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), CSI 300 (China), Hang Seng (Hong Kong), dan Straits Times (Singapura) yang melemah 0,24%, 0,21%, 0,03%, dan 0,02%.

Adapun dominan hijaunya Bursa Saham Asia terpapar penguatan yang terjadi di New York. Dini hari tadi, 3 Bursa di Wall Street finish di zona hijau.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) menutup perdagangan dengan kenaikan 0,11% dan juga Nasdaq Composite yang menguat 0,94%. Sedang S&P 500 menguat 0,47% yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH). 

Wall Street catat rekor tertinggi baru di tengah spekulasi pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Federal Reserve/ The Fed) pada Rabu esok hari akan segera terjadi.

Tanda–tanda pelemahan pasar tenaga kerja dan tidak adanya kejutan inflasi yang signifikan memastikan proyeksi pasar uang, The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) pada pertemuan September ini. Pertanyaan besarnya, bagaimanapun, ialah laju pelonggaran setelah itu karena inflasi masih jauh di atas target 2% Bank Sentral.

“Sekarang diskusi akan beralih pada seberapa agresif The Fed akan bertindak,” kata Chris Larkin dari ETrade di Morgan Stanley, seperti yang diberitakan Bloomberg News.

“Saya akan mengamati bagaimana pasar bereaksi terhadap setiap pernyataan bahwa inflasi 'terkendali dengan baik' atau pasar tenaga kerja 'Mendingin lebih dari perkiraan,” papar Fawad Razaqzada dari City Index dan Forex.com.

Sedang, Lon Erickson dari Thornburg Investment Management, ia lebih cenderung mengharapkan pemotongan suku bunga pada setiap pertemuan yang tersisa tahun ini di tengah melemahnya pasar tenaga kerja.

(fad/ain)

No more pages