Kepala Riset Gunvor Group, Frederic Lasserre, memperkirakan minyak sekitar 200.000 bph telah ditambahkan ke penyimpanan China dalam beberapa bulan terakhir.
Persediaan China, khususnya cadangan strategisnya, merupakan rahasia negara yang dijaga ketat, sehingga sulit untuk memperkirakan tingkat absolut atau laju pembeliannya — tetapi penyedia pihak ketiga memberikan beberapa wawasan.
Hal yang menambah ketidakjelasan ini adalah sebagian besar minyak kemungkinan berasal dari negara-negara yang dikenai sanksi seperti Rusia, Iran, dan Venezuela.
Goldman masih memperkirakan harga Brent akan jatuh ke kisaran pertengahan US$50-an per barel tahun depan, meskipun China melakukan pembelian minyak mentah yang kuat.
Pada Kamis (11/9/2025), Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan rekor surplus pada 2026 akan lebih besar dari perkiraan sebelumnya, seiring dengan peningkatan produksi dari OPEC+ dan produsen lainnya.
(bbn)































