Logo Bloomberg Technoz

Dolar Sedang Lesu, Rupiah dan Mata Uang Asia Nyaman Melaju

Muhammad Julian Fadli
08 September 2025 09:19

Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja merapihkan uang dolar AS dan rupiah di gerai penukaran uang di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini. Kelesuan dolar AS membuat rupiah dan mata uang utama Asia melaju di jalur hijau.

Pada Senin (8/9/2025), US$ 1 setara dengan Rp 16.377 kala pembukaan perdagangan pasar spot. Mata uang Nusantara menguat 0,26% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelum libur Maulid Rasulullah SAW.

Tidak hanya rupiah, berbagai mata uang utama Benua Kuning juga membukukan apresiasi. Baht Thailand menjadi yang terbaik dengan penguatan 0,37%. Disusul oleh dolar Taiwan (0,36%) dan ringgit Malaysia (0,27%).

Mata Uang Asia vs Dolar AS (Sumber: Bloomberg)

Dolar AS memang sedang lesu. Akhir pekan lalu, Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) melemah 0,59% ke 97,768. Ini adalah yang terendah sejak 22 Agustus atau sekira 2 pekan terakhir.

Dollar Index (Sumber: Bloomberg)

Kejatuhan dolar AS terjadi seiring rilis data ketenagakerjaan terbaru. US Bureau of Labor Statistics melaporkan perekonomian Negeri Paman Sam menciptakan 22.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) sepanjang Agustus.