"Kami tidak sedang menunggu partner untuk memulai proyek. Struktur yang ada sudah cukup. Tapi tentu, kalau ada mitra yang membawa value dan sejalan dengan kami, kami sangat terbuka," ujarnya.
Dia menambahkan, kehadiran mitra offtaker, seperti perusahaan otomotif atau produsen baterai, menjadi krusial dalam menjaga kelangsungan bisnis hilirisasi di tengah volatilitas pasar global. offtaker membantu memastikan penyerapan produk sekaligus memperkuat ekosistem hilirisasi dari hulu ke hilir.
INCO melihat adanya ketertarikan dari berbagai calon mitra global, termasuk dari Korea Selatan. Perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut disebut tertarik untuk masuk ke proyek Vale di Bahodopi, Sulawesi Tengah.
“Kami terbuka dengan perusahaan dari negara mana pun selama value-nya cocok. Bukan cuma karena ingin bergabung, tapi karena mereka melihat keunggulan dari Vale dan sumber dayanya,” kata dia.
Seperti yang diketahui, dalam pengembangan fasilitas HPAL, Vale menggandeng sejumlah mitra strategis global. Untuk proyek Pomalaa, Vale bekerja sama dengan Huayou dan Ford Motor Company dalam membangun smelter HPAL. Di proyek Bahodopi, kolaborasi dilakukan bersama GEM Co Ltd, sementara untuk proyek Sorowako, Vale kembali bermitra dengan Huayou.
Waktu Tunggu BEP 5 Tahun
Chief Financial Officer (CFO) Vale Indonesia Rizky Andhika Putra menjelaskan pengembalian modal atau break-even point (BEP) ditargetkan dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun setelah mulai beroperasi.
Namun, sebagian besar proyek ditargetkan bisa BEP lebih cepat, yakni dalam waktu mendekati lima tahun. Hal ini sangat bergantung pada penyelesaian proyek dan dinamika pasar global.
“kami bicara lima hingga sepuluh tahun BEP, tapi sebagian besar targetnya mendekati lima. [Tiap proyek] berbeda [tergantung kapan selesai],” kata Rizky.
Sebagai gambaran dari tiga proyek tersebut, proyek Bahodopi menjadi yang paling siap beroperasi dalam waktu dekat, dengan target produksi dimulai pada tahun ini.
Selanjutnya, proyek Pomalaa dijadwalkan menyusul dengan target mulai operasi pada kuartal II/2026. Adapun proyek di Sorowako akan menjadi tahap akhir dari ekspansi besar-besaran Vale dan diproyeksikan mulai beroperasi pada 2027.
(dhf)






























