Logo Bloomberg Technoz

Smelter Nikel RI Tertekan Harga Sulfur, ESDM Belum Siap Mitigasi

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 April 2026 15:20

Gundukan sulfur di dekat Pelabuhan Los Angeles di Los Angeles, California, AS./Bloomberg-Kyle Grillot
Gundukan sulfur di dekat Pelabuhan Los Angeles di Los Angeles, California, AS./Bloomberg-Kyle Grillot

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku belum menyiapkan aturan khusus untuk memitigasi dampak kenaikan harga dan ketatnya pasokan sulfur terhadap operasional smelter nikel hidrometalurgi di Indonesia.

Sekretaris Ditjen Minerba Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati menyatakan persoalan pencarian pasokan sulfur untuk operasional smelter diserahkan kepada masing-masing perusahaan.

Meskipun pasokan dan harga komoditas tersebut sedang bergejolak, hingga saat ini dia menyatakan Kementerian ESDM belum mempertimbangkan menyiapkan regulasi khusus untuk membantu industri smelter nikel.


“Itu salah satu risiko yang harus dihadapi perusahaan sehingga putar kan, mungkin inovasi jalan di situ gitu. 'Oh kalau sulfurnya dari sini dari mana', akhirnya dia cari sumber lain, mungkin perlu diolah dari sulfur apa, sulfur itu banyak. Nah itu jadi harus mikir gitu kitanya, kalau itu pemerintah silakan dari business to business [B2B],” kata Rita kepada awak media di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

Rita juga menilai perusahaan smelter nikel dapat mulai mencari alternatif pasokan sulfur untuk memitigasi gejolak yang terjadi.