Logo Bloomberg Technoz

Alhasil, pasar sempat diliputi kekhawatiran akan masa depan independensi The Fed. Hal itu akhirnya membuat pamor dolar AS makin kusut dan menaikkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

"Dolar kehilangan fungsinya sebagai penyimpan nilai dan emas batangan berada dalam posisi yang sangat menguntungkan," kata Ahli Strategi Komoditas Senior di TD Securities Dan Ghali dalam catatannya.

Seperti dilaporkan oleh Bloomberg News, Menkeu AS Bessent melontarkan dukungannya pada Powell. "Tidak ada yang memberi tahu saya bahwa dia [Powell] harus mundur sekarang," kata Bessent dalam wawancara dengan Fox Business, Selasa kemarin.

Bessent melanjutkan, masa jabatan Powell akan berakhir bulan Mei. "Jika dia ingin melanjutkan, saya rasa dia harus melanjutkannya. Jika dia ingin pergi lebih awal, saya rasa dia harus melakukannya," kata Bessent.

Sementara Trump kemarin juga mengulangi lagi kritiknya dengan mengatakan bahwa Powell, "telah melakukan pekerjaan yang buruk, tetapi dia akan segera lengser - dalam delapan bulan dia akan lengser."

Trump mengatakan keyakinannya bahwa suku bunga The Fed seharusnya 3 poin persentase lebih rendah dari posisi saat ini di 4,25%. 

Bessent dalam acara yang sama di Ruang Oval, mengatakan bahwa berdasarkan cara The Fed memangkas suku bunga pada musim gugur tahun lalu, bank sentral tersebut seharusnya memangkas suku bunga sekarang.

Investor juga mencermati perkembangan terkait negosiasi dagang AS dengan negara-negara mitra dagangnya jelang batas waktu 1 Agustus.  

Pada pembukaan pasar spot pagi ini, Rabu (23/7/2025), harga emas dibuka naik tipis 0,02% di level US$ 3.432 per troy ounce dan kini bergerak stagnan di sekitar itu.

(rui)

No more pages