Harga Emas Lanjutkan Reli, Pasar Cermati Nasib Powell The Fed
Ruisa Khoiriyah
23 July 2025 07:11

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas melesat pada penutupan perdagangan hari Selasa, dengan lonjakan lebih dari 1%, menyusul kelesuan indeks dolar karena fokus pasar terhadap masa depan Federal Reserve, bank sentral AS.
Harga emas spot di bursa New York ditutup naik 1,01% di level US$ 3.431,48 per troy ounce. Alhasil, dalam dua hari pekan ini saja harga emas dunia sudah menguat hampir 2,5% setelah pada pekan lalu tergerus 0,17%.
Keperkasaan lagi emas di pasar adalah karena pamor dolar AS yang kian kusut menyusul pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang bilang ia tidak melihat ada alasan bagi Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk mundur, di tengah kritik Presiden Donald Trump yang terus berlanjut dan menginginkan otoritas moneter itu memangkas bunga acuan sebesar 3 poin persentase.
Bank sentral AS itu telah menurunkan bunga acuan pada tahun lalu. Namun, memasuki tahun ini, The Fed mengerem siklus pelonggaran moneter karena mengantisipasi dampak dari kebijakan tarif Trump terhadap tekanan harga di negeri itu.
Belakangan, Trump terus melontarkan kritik pada Powell di ruang publik sembari menekankan perlunya bank sentral tersebut memangkas bunga acuan. Isu kian panas dengan sejumlah anggota Partai Republik mempersoalkan Powell terkait renovasi gedung-gedung bank sentral yang makan biaya besar.































