Logo Bloomberg Technoz

Sebagai mantan pemimpin yang menarik Filipina keluar dari keanggotaan ICC selama masa jabatannya (2016–2022), Duterte kini menghadapi dakwaan terkait dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam kampanye anti-narkobanya. Surat perintah penangkapan dari ICC menyebut dugaan pelanggaran ini terjadi antara November 2011 hingga Maret 2019.

Duterte, yang terkenal dengan gaya bicaranya yang blak-blakan dan sering melontarkan sumpah serapah terhadap lawan politik maupun pemimpin dunia lainnya, tetap memiliki hak atas layanan konsuler, penasihat spiritual, perawatan medis di dalam pusat penahanan, serta kunjungan keluarga yang telah disetujui. Berdasarkan informasi dari ICC, Duterte kini berada dalam satu fasilitas dengan tahanan lainnya, seperti Ali Muhammad Ali Abd-Al-Rahman—komandan milisi yang didakwa atas kejahatan perang di Darfur, Sudan—dan beberapa terdakwa dari Republik Afrika Tengah, termasuk mantan Menteri Olahraga Patrice-Edouard Ngaïssona, yang tengah diadili atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Fasilitas penahanan ICC memberikan akses bagi tahanan untuk berjalan di halaman setiap hari, mengunjungi perpustakaan berwarna krem, menggunakan ruang rekreasi, serta memasak makanan mereka sendiri. Duterte, yang dikenal sebagai penggemar sepeda motor Harley-Davidson dan Yamaha, juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan olahraga seperti lari, voli, tenis, atau basket. Selain itu, tahanan diizinkan menggunakan komputer khusus untuk mengakses dokumen hukum yang diberikan oleh tim pengacaranya.

Situasi ini sangat kontras dengan kehidupan Duterte di rumahnya yang luas di Davao City, Filipina selatan. Rumah dua lantai seluas 200 meter persegi yang ia tempati bersama pasangannya, Cielito Avanceña, dan putri mereka, Veronica, kini menjadi pusat perhatian. "Mereka membawa ayah saya, memasukkannya ke dalam pesawat, dan tidak mengatakan ke mana ia dibawa. Bangunlah, rakyat!" tulis Veronica Duterte di Instagram setelah penangkapan ayahnya, sambil menuding pihak berwenang tidak mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

Putri Duterte yang lain, Wakil Presiden Filipina Sara Duterte, dikabarkan telah terbang ke Belanda pada Rabu. Sementara itu, tim hukum Duterte mencakup mantan Sekretaris Eksekutif Salvador Medialdea dan mantan Menteri Tenaga Kerja Silvestre Bello.

Rumah Duterte dengan gerbang hijau mint telah menjadi objek wisata lokal, lengkap dengan potongan gambar dirinya dalam ukuran asli bagi wisatawan yang ingin berfoto. Selama enam tahun masa kepresidenannya, Duterte sering menghabiskan akhir pekan di rumah ini, berpindah antara istana kepresidenan di Manila dan kediamannya di Davao. Pada 2017, ia bahkan menjamu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk sarapan di rumahnya, di mana ia memperlihatkan kamar tidurnya yang berdinding oranye dengan kelambu putih, yang kala itu dipuji para pendukungnya sebagai simbol gaya hidup sederhana Duterte.

ICC menegaskan bahwa fasilitas penahanannya beroperasi "dengan standar hak asasi manusia internasional tertinggi untuk perlakuan terhadap tahanan," serta diawasi oleh lembaga independen yang melakukan inspeksi mendadak guna memastikan kesejahteraan para tahanan.

"Kami yakin hak-haknya akan dilindungi dan ia akan diperlakukan dengan baik," kata Ranjit Rye, asisten profesor ilmu politik di Universitas Filipina. "Tapi bagaimana dengan para korban perang narkoba? Kita harus melakukan reformasi institusi agar tragedi semacam ini tidak terulang kembali."

Jika terbukti bersalah, Duterte akan dipindahkan ke salah satu negara anggota ICC untuk menjalani hukumannya.

(bbn)

No more pages