Logo Bloomberg Technoz

Berbagai kalangan di Amerika Serikat berpendapat pendanaan AS ke RDMP Balikpapan mengkhianati janji Presiden Joe Biden untuk menyetop kucuran uang publik ke proyek-proyek energi fosil di luar negeri.

Terkait dengan isu tersebut, Hermansyah mengklarifikasi bahwa pada waktu itu, Bank Eksim AS tidak pernah berencana membatalkan pendanaan, melainkan masih membutuhkan waktu untuk berdiskusi lebih jauh. 

“Waktu itu mereka masih perlu pembicaraan lagi.”

Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati meninjau Proyek RDMP Balikpapan. (Dok Kementerian ESDM)

Opsi Pendanaan 

Bagaimanapun, perseroan menyadari pendanaan asing untuk proyek kilang di Indonesia akan kian menantang ke depannya, sejalan dengan makin banyaknya negara yang mempertimbangkan untuk berhenti mengucurkan uang ke proyek-proyek berbasis energi fosil. 

Untuk itu, jelas Hermansyah, Pertamina mempersiapkan beberapa opsi pendanaan yang dapat diterapkan bagi proyek-proyek kilang di Tanah Air. 

“Jadi strategi yang kami terapkan ada dua, yaitu sebagian dari equity sendiri dan sebagian lagi dari project financing. Lalu, beberapa commercial loan dari Export Credit Agencies [ECA] seperti Bank Eksim ini,” tuturnya.  

Sekadar catatan, RDMP Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan sebagai anak perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional. 

Proyek RDMP Balikpapan didesain untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang semula 260 KBPD menjadi 360 KBPD dengan peningkatan kualitas dari EURO II menjadi setara Euro V sehingga produknya lebih ramah lingkungan. 

Proyek ini dibiayai dari sebagian equity Pertamina dan sebagian dari project financing yang berasal dari beberapa ECA dan bank komersial. 

(wdh)

No more pages