Malaysia adalah produsen CPO terbesar kedua di dunia, hanya kalah dari Indonesia. Jadi perkembangan di sana akan sangat menentukan pembentukan harga.
Saat ada ekspektasi penurunan pasokan akibat rilis terbaru MPOB, maka investor berbondong-bondong untuk memborong. Aksi beli ini kemudian berhasil mengantar harga CPO menyeberang dari jalur merah ke zona hijau.
Analisis Teknikal
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 66,08. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Akan tetapi, investor patut waspada karena indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 81,45. Di atas 80, yang berarti jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, sebenarnya harga CPO masih dibayangi risiko koreksi. Target support terdekat adalah MYR 5.101/ton. Jika tertembus, maka harga bisa anjlok ke arah MYR 4.780/ton.
Sedangkan target resisten terdekat ada di MYR 5.190/ton. Penembusan di titik ini berpotensi membawa harga CPO naik lagi menuju MYR 5.255/ton.
(aji)





























