Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Berpeluang Menguat Susul Data AS yang Melegakan Pasar

Ruisa Khoiriyah
27 October 2023 07:30

Rupiah Tahun Emisi 2022 (Dok. Bank Indonesia)
Rupiah Tahun Emisi 2022 (Dok. Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang menguat pagi ini menyusul kelegaan pelaku pasar keuangan global melihat data terakhir perekonomian Amerika Serikat yang memberi sinyal dovish bagi outlook bunga acuan Federal Reserve, bank sentral AS.

Aksi beli kembali meramaikan pasar surat utang global ditandai dengan penurunan yield obligasi Treasury 10 tahun ke 4,84%, turun 11 bps. Indeks harga obligasi di pasar negara maju maupun pasar negara berkembang juga ditutup hijau semalam. Akan tetapi, di pasar Non-Deliverable Forward kontrak 1 bulan maupun 1 pekan, sampai pagi ini rupiah terpantau masih bergerak melemah di kisaran Rp15.924-Rp15.932/US$ pada pukul 6:56 WIB, Jumat (27/10/2023). Namun, indeks dolar AS terlihat mulai bergerak melemah setelah ditutup menguat semalam.

Dalam lanskap itu, pergerakan rupiah di pasar spot hari ini kemungkinan masih akan konsolidasi dengan potensi penguatan tipis di kisaran Rp15.850-Rp15.950/US$.

Semalam Amerika melaporkan capaian pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 sebesar 4,9%, melampaui ekspektasi pasar sebesar 4,5%. Seharusnya kabar ini membuat pasar ketakutan karena ekonomi AS yang kuat menyisakan potensi inflasi tetap tinggi yang pada akhirnya membutuhkan pengetatan moneter lebih lanjut.

Akan tetapi, semalam juga dirilis data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) dan data klaim pengangguran yang dinilai lebih dominan menentukan kebijakan the Fed. Angka inflasi inti PCE tercatat 2,4%, di bawah ekspektasi pasar 2,5% dan jauh menurun dibanding periode sebelumnya sebesar 3,7%. Sementara klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 21 Oktober di Amerika mencapai 210.000 klaim, melampaui perkiraan sebesar 207.000 klaim. Ditambah kelanjutan klaim pengangguran AS yang 1,79 juta, naik dari sebelumnya 1,72 juta dan melampaui prediksi pasar sebesar 1,74 juta klaim.