Bea Masuk 0% LPG Pacu Produktivitas, Usulan Perpanjang Disiapkan
Ibnu Affan
07 November 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan alasan industri meminta perpanjangan, bahkan mempermanenkan insentif pembebasan bea masuk impor gas alam cair atau liquefied petroleum gas (LPG) untuk bahan baku petrokimia.
Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Sri Bimo Pratomo mengatakan, hasil hitung-hitungan internalnya, kebijakan tersebut sebelumnya dinilai terbukti mampu mendongrak produktivitas industri petrokimia dalam negeri.
Dengan kata lain, pelaku industri dapat lebih leluasa menggunakan LPG sebagai bahan baku substitusi nafta, yang sempat mengalami gejolak harga akibat terdampak geopolitik global.
"Jadi [kalau] kita 0% kan [bea masuk] impor LPG, ini akan meningkatkan produktivitas dari industri petrokimia kita. Dulu mungkin LPG-nya mahal, sehingga kita tahan-tahan dulu," ujar Bimo, Jumat (6/11/2026).
Saat ini, kata Bimo, usulan tersebut juga tengah dikaji dan disiapkan oleh otoritas perindustrian untuk kemudian diserahkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.






























