Bayu juga mengatakan hal ini berpotensi membuat sejumlah maskapai dalam negeri akan tutup operasional. Sejumlah maskapai juga masih terus didera kerugian.
"Sudah banyak maskapai di dalam negeri yang rugi atau tutup operasi karena dampak kenakan avtur tersebut," tutur Bayu.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penumpang angkutan udara domestik secara bulanan per September 2026 mencapai 4,22 juta atau turun 12,81% secara bulanan (mtm) dan turun 12,39% secara tahunan (yoy).
Kemudian, untuk angkutan moda transportasi udara internasional di periode yang sama juga tercatat sebanyak 1,74 juta penumpang, yang juga turun 8,99% secara bulanan serta menyusut 2,92% secara tahunan.
"Secara tahunan, sebagian moda transportasi mengalami peningkatan. Hanya angkutan udara domestik yang turun sebesar 12,39%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono, baru-baru ini.
(ain)
































