Saham–saham barang baku, saham perindustrian, dan saham energi menjadi pemicu tren pelemahan IHSG dengan turun tajam mencapai 3,96%, 3,81%, dan 3,51%. Disusul oleh kejatuhan saham infrastruktur yang ambles 3,08%.
10 saham laggards pada perdagangan Selasa (3/11/2026) berdasarkan Bloomberg:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menekan 15,08 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) menekan 11,08 poin
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menekan 10,34 poin
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menekan 5,99 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan 5,49 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menekan 5,09 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 5,05 poin
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menekan 4,79 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 4,69 poin
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menekan 3,57 poin
Penurunan signifikan IHSG terjadi seiring dengan pelemahan seluruh indeks sektoral menjelang pengumuman hasil rebalancing MSCI pada 11 November 2026 mendatang yang masih diwarnai kekhawatiran akan potensi penurunan status pasar saham Indonesia menjadi Standalone Market.
Sebelumnya, sejumlah pembenahan yang dilakukan regulator, salah satunya mengeluarkan saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG patut diapresiasi, namun Panin Sekuritas menilai, posisi pasar saham Indonesia masih rentan karena kepercayaan investor asing belum pulih sepenuhnya, tercermin dari masih tercatatnya outflow asing–Rp820,6 miliar pada penutupan perdagangan Sesi I siang hari ini, Selasa (3/11/2026).
Patut dicermati, pelemahan IHSG hingga siang hari ini menyeret penurunan 42,6% year–to–date/ytd atau di sepanjang tahun 2026, tertekan aksi jual yang amat signifikan oleh investor asing.
Phintraco Sekuritas menyebut, tekanan tersebut dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik, tingginya harga minyak, depresiasi nilai tukar rupiah, serta ketidakpastian menyusul konsultasi MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Ditambah lagi, IHSG saat ini sedang masuk dalam range support critical, sehingga perlu diwaspadai.
“Pertimbangkan untuk wait and see terlebih dulu untuk antisipasi konfirmasi bearish,” tutur Phintraco Sekuritas dalam catatan yang berbeda.
Saat ini Indeks Komposit tengah memasuki critical support area 4.900–5.000 pasca tren pelemahan dari target sebelumnya 5.180 dan 5.400. Area sideways saat ini masih bertahan dalam range 4.900–5.440. Selama salah satu dari kedua area tersebut belum tertembus, belum ada indikasi lanjutan (sideways).
Jika breakdown hingga close dibawah support 4.900, menjadi konfirmasi bearish continuation didukung indikasi second drop,
analisis Phintraco.
Sebaliknya, jika tertahan di atas support 4.900, masih terdapat peluang short term rebound untuk kembali ke tren sideways.
Resistance 2: 5.440 (target rebound)
Resistance 1: 5.200 (target rebound)
Pivot : 5.200
Support 1: 4.900 (area validasi bearish)
Support 2: 4.600–4.700 (second drop target)
(fad)





























