Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Lemah, Tapi Langsung Balik Arah

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 November 2026 09:08

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah hari ini (3/11/2026) terpeleset 0,01% saat dibuka, dan berada di Rp18.151/US$. Tak lama berselang, rupiah balik arah pada 09:03 WIB dengan menguat terbatas 0,03% ke Rp18.145/US$, sejalan dengan mata uang Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau.

Harga minyak yang terpangkas hingga turun ke US$104,77/barel, menyusul adanya sentimen positif atas upaya penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, baru-baru ini. 

Penguatan rupiah pagi ini juga ditopang sentimen terkait data inflasi yang lajunya tak sekencang perkiraan, yakni 3,28%. Sebelumnya, inflasi diperkirakan menembus 3,3%. Meski begitu, inflasi ke depan tetap diperkirakan tinggi lantaran harga minyak masih bertahan di atas US$100/barel. 


Selain itu, data perdagangan masih mencatat surplus sebesar US$3,36 miliar, jauh lebih tinggi dari konsensus yang dihimpun Bloomberg dengan median estimasi US$1,85 miliar. 

Namun begitu, posisi rupiah yang melemah 1,42% sepanjang Oktober berpotensi mengubah sikap Bank Indonesia (BI) lebih hawkish dalam pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini.