Saat ditanya apakah tekanan inflasi tersebut berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026, Suahasil hanya mengatakan pemerintah akan melihat terlebih dahulu realisasi pertumbuhan ekonomi yang dijadwalkan diumumkan pada pekan ini.
"Nanti kita lihat pertumbuhan ekonomi kan minggu ini diumumkan, ya. Kita lihat angkanya," pungkasnya.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik atau BPS melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.
Realisasi inflasi ini lebih rendah dibanding proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Oktober 2026 akan berada di level 3,25% (yoy). Angka itu juga lebih rendah ketimbang realisasi inflasi pada September yang sebesar 3,28% (yoy).
Berdasarkan data BPS, IHK pada Oktober mengalami inflasi secara bulanan terhadap September 2026, yakni 0,22%. Sementara itu, inflasi dalam perhitungan tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 2,4%.
(lav)































