Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Sulut Tembus 8,07%, Harga Cabai Rawit Jadi Biang Kerok

Ibnu Affan
02 November 2026 17:00

Pedagang merapihkan cabai rawit di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan cabai rawit di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Rabu (10/7/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa seluruh provinsi di Indonesia kompak mencatatkan inflasi pada periode Oktober 2026.

“Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Utara yaitu sebesar 8,07%, Sedangkan inflasi terendah terjadi di DKI Jakarta yakni sebesar 2,52%,” kata  Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam rilis BPS Senin (2/11/2026).

Ateng menyebut bahwa inflasi tinggi yang tercatat di Sulawesi Utara tersebut terjadi imbas naiknya beberapa komoditas. Ia menggarisbawahi sejumlah komoditas yang turut mengungkit inflasi di Sulawesi Utara adalah cabai rawit dan ikan segar.


“Yang pertama cabai rawit. Cabai rawit di Sulawesi Utara inflasinya itu tergolong tinggi sampai mencapai inflasinya 269,10% ya, ini andilnya 2,63%,” kata Ateng.

Selain cabai, ikan segar tercatat mengalami kenaikan harga 15,75% dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,66%.