Dalam Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan, glikosida steviol termasuk salah satu pemanis alami yang diizinkan. Namun, penggunaannya tetap memiliki batas aman konsumsi atau acceptable daily intake (ADI) sebesar 0-4 miligram per kilogram berat badan per hari sebagai steviol.
"ADI adalah jumlah maksimal BTP dalam miligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi setiap hari selama hidup tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan," jelas BPOM.
Glikosida steviol berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Zat ini memiliki tingkat kemanisan 200-300 kali lebih tinggi dibandingkan gula atau sukrosa, tetapi tidak memiliki nilai kalori.
Selain pemanis alami, BPOM juga mengizinkan enam jenis pemanis buatan, yakni asesulfam-K, aspartam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan neotam. Seluruh jenis pemanis tersebut tidak memiliki nilai kalori.
BPOM menegaskan penggunaan pemanis, baik dalam produk pemanis meja maupun sebagai bahan tambahan pada produk pangan, harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Penggunaan BTP Pemanis baik sebagai produk BTP Pemanis (table-top sweetener) maupun sebagai BTP Pemanis yang ditambahkan dalam produk pangan, harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, antara lain jenis pemanis, kategori pangan, batas maksimum, serta persyaratan pelabelan," tulis BPOM.
BPOM juga mengingatkan pelaku usaha untuk mematuhi aturan dalam proses produksi, peredaran, hingga pengiklanan produk pangan olahan, termasuk penggunaan bahan tambahan pangan dan pencantuman klaim.
"BPOM menginstruksikan pelaku usaha untuk selalu mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dalam memproduksi, mengedarkan, dan mengiklankan pangan olahan termasuk penggunaan BTP dan pencantuman klaim," tegas BPOM.
Sebelumnya, produk Beeru Stevia menjadi sorotan setelah muncul klaim hasil pengujian laboratorium mandiri di media sosial yang menyebut adanya kandungan pemanis buatan sukralosa dan neotam dalam jumlah yang disebut melebihi ketentuan BPOM.
Menanggapi hal tersebut, manajemen Beeru Indonesia menyatakan sedang melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, serta proses produksi produknya.
"Kami perlu menyampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku dan proses produksi. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut," kata manajemen Beeru Indonesia dalam pernyataannya di media sosial.
(dec/spt)




























