Logo Bloomberg Technoz

BPOM Siapkan Sanksi bagi Pelanggar Keamanan Pangan di Desa Wisata

Dinda D
20 October 2026 17:10

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri bersama Kepala BPOM Taruna Ikrar berkolaborasi melalui program Desa Pangan Aman di Kantor BPOM. (Dok. Kemenpar)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri bersama Kepala BPOM Taruna Ikrar berkolaborasi melalui program Desa Pangan Aman di Kantor BPOM. (Dok. Kemenpar)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperluas kolaborasi untuk meningkatkan keamanan pangan di desa wisata. 

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sinergi program Desa Pangan Aman yang diinisiasi BPOM dengan program Desa Wisata Kemenpar.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, penguatan keamanan pangan di desa wisata penting dilakukan mengingat kasus keracunan pangan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. 


Meski mengutamakan pembinaan, BPOM tetap membuka kemungkinan pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran keamanan pangan. Hal ini kemungkinan sanksi seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Misalnya dalam pengelolaan pangan berisiko seperti program pangan gratis, kita bisa merekomendasikan agar SPPG-nya ditutup. Sebab, dalam program prioritas tersebut, domain kami adalah memberikan rekomendasi,” ujar Taruna di Gedung BPOM, Jakarta, Selasa (20/10).