Logo Bloomberg Technoz

INVESTASI RUSIA

Bukan di RI, Rusal Masuk Ghana Bangun Pabrik Alumina Terintegrasi

Azura Yumna Ramadani Purnama
02 November 2026 13:40

Pabrik pengolahan aluminium oksida milik United Co. Rusal di Nikolaev, Ukraina./Bloomberg-Vincent Mundy
Pabrik pengolahan aluminium oksida milik United Co. Rusal di Nikolaev, Ukraina./Bloomberg-Vincent Mundy

Bloomberg Technoz, Jakarta – Raksasa aluminium Rusia, United Company Rusal, bersama Ghana Integrated Aluminium Development Corporation (GIADEC) menyepakati pengembangan tambang bauksit terintegrasi dengan pabrik pemurnian (refinery) alumina di Ghana.

Adapun, kesepakatan tersebut diteken Rusal dan GIADEC di tengah kabar raksasa aluminium tersebut bakal menggarap pabrik pengolahan alumina terintegrasi dengan tambang bauksit di Indonesia.

Proyek tersebut rencananya bakal meliputi pembangunan dan pengoperasian tambang bauksit di Nyinahin di Ashanti, Ghana barat daya. Adapun, sumber daya mineralnya diperkirakan melebihi 100 juta metrik ton (mt) bauksit.

Fasilitas penyimpanan bauksit dan area pelabuhan terlihat dalam pemandangan dari udara di lokasi alumina milik United Co. Rusal./Bloomberg-Vincent M.

Usai mengembangkan tambang, Rusal bersama GIADEC bakal membangun kilang alumina dengan kapasitas produksi 1,2 juta mt per tahun dengan menggunakan bauksit dari tambang Nyoahin.

Perjanjian tersebut ditandatangani di Moskwa selama Forum Rusia-Afrika. Ditegaskan juga bahwa fasilitas pemurnian alumina Rusal–GIADEC itu bakal menggunakan sumber energi dari gas alam.