PERTAMBANGAN
Deretan Grup Penguasa Tambang Bauksit di RI: Harita hingga Gesit
Azura Yumna Ramadani Purnama
02 November 2026 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Hilirisasi bauksit sedang gencar digaungkan oleh Pemerintah Indonesia. Sejalan dengan itu, investor dari dalam maupun luar negeri pun ramai-ramai menanamkan modal besar di berbagai proyek pemurnian alumina hingga peleburan aluminium.
Sebagai gambaran, hilirisasi bauksit tercatat menjadi penopang realisasi investasi hilirisasi kuartal III-2026 dengan besaran Rp61,9 triliun, lebih tinggi dari investasi hilirisasi nikel senilai Rp48 triliun.
Di sisi lain, Shanghai Metals Market (SMM) memprediksi Indonesia bakal menyumbang sekitar 66% tambahan kapasitas baru smelter aluminium di luar China pada 2026—2027.
Pada periode tersebut, tambahan kapasitas smelter aluminium diestimasikan mencapai 3,5 juta metrik ton (mt) dari Indonesia, dengan total tambahan di luar China sebanyak 5,34 juta mt.
Berdasarkan data analis logam dasar Fastmarkets Andry Farida, kapasitas produksi pabrik pengolahan alumina saat ini mencapai 9 juta mt per tahun. Pabrik pengolahan tersebut membutuhkan sekitar 33—36 juta mt bauksit per tahun.































