Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

Penyebab IHSG Balik Arah Jadi Menguat

Muhammad Julian Fadli
02 November 2026 13:24

IHSG Terlemah di Asia, Simak Penyebabnya (Bloomberg)
IHSG Terlemah di Asia, Simak Penyebabnya (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Sesi I di zona hijau dengan penguatan 48,15 poin dan mencatat kenaikan 0,95% di posisi 5.105 pada Senin (2/11/2026).

Sepanjang perdagangan pagi–siang hari ini IHSG bergerak fluktuatif yang sejak pembukaan pagi tadi hingga sempat menyentuh 4.981, sebelum akhirnya berbalik arah dan rebound di posisi tertingginya 5.125.

IHSG Penutupan Sesi I pada Senin 2 November 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan transaksi perdagangan mencapai Rp6,96 triliun dari 20,89 miliar saham, dengan frekuensi yang terbilang 939 ribu kali diperjualbelikan. Dari situ tercatat 344 saham menguat, dan 256 saham melemah. Sisanya 116 saham stagnan.

Penyebab IHSG Menguat


Sejumlah saham–saham menjadi pendorong utama kenaikan dan rebound IHSG pada perdagangan siang hari ini. Saham barang baku, saham energi, dan saham infrastruktur mencatatkan penguatan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 2,26%, 1,94%, dan 1,2%.

Adapun, katalis utama pendorong IHSG siang hari ini berasal dari emiten saham–saham LQ45 yang paling berpengaruh terhadap Indeks Komposit. Adapun saham unggulan LQ45 menjadi pendorong penguatan IHSG ialah, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang berhasil melesat 10,28%, dan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) melejit 8,71%.