Logo Bloomberg Technoz

IHSG Balik Arah Jadi Hijau Usai Aktivitas Manufaktur RI Ekspansif

Muhammad Julian Fadli
02 November 2026 12:03

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah jadi menguat 1,33% mencapai 5.125 pada Senin (2/11/2026) selepas pengumuman aktivitas manufaktur Indonesia yang solid di zona ekspansi untuk periode Oktober, hingga tertinggi sejak Maret 2024 lebih dari dua tahun terakhir (31 bulan).

Sepanjang hari IHSG bergerak fluktuatif yang sejak pembukaan perdagangan pagi tadi sempat melemah cukup dalam hingga berhasil rebound di zona hijau, dengan rentang pergerakan pada terjadi pada level 4.981 sampai dengan 5.125.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp6,23 triliun dari sejumlah 19,14 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terbilang 862 ribu kali diperjualbelikan.


Tercatat ada penguatan 364 saham, dan sebanyak 243 saham terjadi pelemahan. Sisanya 109 saham stagnan.

Melesatnya IHSG hingga berhasil balik arah juga merupakan efek langsung dari menguatnya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).