Logo Bloomberg Technoz

23 Calon Emiten Mundur dari Rencana IPO 2026

Muhammad Fikri
02 November 2026 13:50

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 23 perusahaan memutuskan untuk membatalkan atau menunda rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sepanjang 2026. Jumlah tersebut mencapai 61% dari total 38 perusahaan yang telah masuk dalam proses IPO hingga 30 Oktober 2026.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Agus Firmansyah mengatakan, keputusan sejumlah perusahaan untuk menunda atau membatalkan IPO tidak terlepas dari pertimbangan terhadap kondisi perekonomian dan pasar domestik.

"Di pasar saham mungkin melihat kondisi perekonomian dan juga kondisi negara kita yang mungkin bagi mereka belum layak, belum tepat waktunya untuk melakukan IPO di tahun 2026," ujar Agus dalam acara Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026, dikutip Senin (2/11/2026).


Berdasarkan materi paparan OJK, dari total 38 perusahaan yang masuk dalam proses IPO, baru tujuh perusahaan atau sekitar 18% yang berhasil memperoleh pernyataan efektif. Sementara itu, delapan perusahaan atau 21% lainnya masih berada dalam proses.

Adapun 23 perusahaan atau 61% sisanya tercatat memutuskan untuk membatalkan maupun menunda rencana pencatatan saham perdana.