Logo Bloomberg Technoz

Negara Teluk Takut Pembalasan Sengit Iran Jika AS Menyerang Lagi

News
02 November 2026 10:30

Bendera Iran. dok: Bloomberg
Bendera Iran. dok: Bloomberg

Peter Martin - Bloomberg News

Bloomberg, Negara-negara Teluk khawatir serangan baru Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang kini lebih siap menghadapi perang dapat memicu konflik yang jauh lebih merusak di kawasan tersebut. Mereka pun berisiko harus menanggung dampak dan memulihkan kehancuran akibat perang.

“Kami mendapati diri kami terseret ke dalam krisis yang selama ini berupaya keras kami cegah melalui jalur diplomasi,” kata Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA), dalam forum IISS Manama Dialogue di Bahrain pada Minggu (1/11). “Kami jelas sedang mengupayakan jalan keluar melalui jalur politik.”


Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan bahwa AS dan Israel akan “menuntaskan pekerjaan” mereka di Iran. Trump telah mengesampingkan kemungkinan serangan baru sebelum pemilihan paruh waktu AS pada Selasa (3/11), tetapi tetap membuka peluang untuk kembali melancarkan serangan jika perundingan perdamaian terus menemui jalan buntu.

Pertempuran baru akan semakin memperparah kerusakan di kawasan yang telah dihantam perang selama berbulan-bulan. Iran telah meluncurkan ribuan rudal dan drone ke negara-negara Teluk, dengan sasaran antara lain fasilitas minyak, bandara, dan pembangkit listrik. Serangan tersebut menewaskan atau melukai puluhan warga sipil serta mengguncang perekonomian kawasan. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi Arab Saudi akan menyusut 3,3 persen tahun ini, sementara kontraksi yang lebih dalam diperkirakan terjadi di Kuwait dan Qatar.