Logo Bloomberg Technoz

OJK Ungkap Alasan Utama MSCI Buka Opsi Standalone Market

Muhammad Fikri
31 October 2026 17:37

MSCI Depak 18 Saham Indonesia, Investor Asing Net Sell di Atas Rp900 Miliar. (Diolah dari Berbagai Sumber)
MSCI Depak 18 Saham Indonesia, Investor Asing Net Sell di Atas Rp900 Miliar. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan alasan utama MSCI mengusulkan penurunan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Menurut OJK, MSCI masih mengkhawatirkan terjadinya gangguan pasar atau market dysfunction seperti yang terjadi pada 2025 dan sebelumnya.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Agus Firmansyah mengatakan kekhawatiran tersebut tetap muncul meskipun MSCI telah mengakui sejumlah reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.


“Alasan utama kenapa MSCI mengajukan proposal konsultasi untuk menurunkan status indeks Indonesia menjadi standalone karena memang bagi mereka meskipun reformasi telah diumumkan masih terdapat kekhawatiran atas market dysfunction,” kata Agus dalam kegiatan OJK dan SRO Capital Market Journalist Workshop Media Gathering 2026, Sabtu (31/10/2026)

Agus menjelaskan kekhawatiran MSCI berkaitan dengan kemungkinan terulangnya persoalan yang pernah terjadi di pasar modal Indonesia, termasuk kasus yang berkaitan dengan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).