Rupiah Bergerak ke Rp18.158/US$ Siang Ini, Respons Data Inflasi
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 November 2026 14:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan intraday Senin (2/11/2026) meski sedikit terpangkas dari posisi sebelumnya.
Data Bloomberg pada 12.52 WIB menunjukkan rupiah pelemahan rupiah tercatat 0,17%, ke Rp18.158/US$. Pelemahan rupiah sedikit terpangkas dari 0,2% ke level Rp18.169/US$, usai Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka realisasi ini lebih rendah ketimbang proyeksi konsensus yang memperkirakan inflasi Oktober 2026 akan berada di level 3,25% (yoy), dan realisasi inflasi pada September yang sebesar 3,28% (yoy). Namun, aksi jual yang terjadi di pasar surat utang, ditandai dengan kenaikan yield tenor 10 tahun 7,9 basis poin (bps) jadi 7,79%, masih menahan laju rupiah.
Di pasar saham, data manufaktur menopang laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini. Pada sesi I tadi, IHSG menguat 1,33% mencapai 5.125, merespons data aktivitas manufaktur Indonesia yang solid di zona ekspansi untuk periode Oktober.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp6,23 triliun dari sejumlah 19,14 miliar saham yang ditransaksikan, dengan frekuensi yang terbilang 862 ribu kali diperjualbelikan.



























