Logo Bloomberg Technoz

PEMBANGKIT LISTRIK

Smelter RI Didorong Pakai EBT Usai Tak Lagi Terima Batu Bara DMO

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 12:30

Kawasan industri penghiliran nikel Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Kawasan industri penghiliran nikel Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Energy Shift Institute (ESI) mendorong pemerintah untuk menyeriusi langkah pemanfaatan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di industri smelter, menyusul rencana mencoret pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive sebagai penerima batu bara domestic market obligation (DMO)

Associate Principal ESI Ahmad Zuhdi menyatakan rencana pencoretan industri smelter sebagai penerima batu bara DMO dapat menjadi peluang bagi pemerintah untuk memasifkan pemanfaatan EBT di sektor pengolahan dan pemurnian mineral.

Kendati begitu, Ahmad mengingatkan industri smelter membutuhkan pasokan energi yang besar dan stabil, sehingga pembangkit EBT yang ditawarkan pemerintah juga perlu menjawab kebutuhan tersebut.


“Betul, ini menjadi peluang agar industri pengolahan yang energi intensif ini dapat mulai mencari energi alternatif yang lebih bersih. Namun, harus dipastikan juga keandalan sumber energi yang menjadi alternatif tersebut,” kata Ahmad kepada Bloomberg Technoz, Jumat (30/10/2026).

“Karena, pada dasarnya industri smelter ini membutuhkan daya baseload yang tinggi sehingga, jika pun sumber energinya disubtitusi, harus juga bisa menggantikan baseload tersebut,” tegasnya.

Smelter, tempat tembaga dilebur lalu ditempatkan dalam cetakan dan didinginkan, di fasilitas pemrosesan di Machali, Cile./Bloomberg-Cristobal Olivares