Logo Bloomberg Technoz

KOMODITAS TAMBANG

Ramu Kuota RKAB 2027, ESDM Pertimbangkan Surplus Nikel Global

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 October 2026 17:50

Derek pengangkut barang berdiri di samping tumpukan bijih nikel mentah di dermaga./Bloomberg-Konstantinos Tsakalidis
Derek pengangkut barang berdiri di samping tumpukan bijih nikel mentah di dermaga./Bloomberg-Konstantinos Tsakalidis

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bakal mempertimbangkan kelebihan pasokan logam nikel dunia sekitar 750.000 metrik ton (mt) nikel (Ni) di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE) dalam menetapkan kuota produksi bijih nikel untuk Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno memberikan sinyal kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2027 bakal lebih rendah dari kuota RKAB 2026 hasil revisi sebesar 290—300 juta mt.

Alasannya, pada akhir tahun ini sejumlah pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel bakal memangkas produksi, serta terdapat kelebihan pasokan logam nikel global.


Kendati begitu, dia belum dapat mengungkapkan besaran kuota produksi bijih nikel untuk RKAB 2027.

“Kemarin untuk nikel itu kan ada pembahasan yang terkait dengan stok yang ada di LME sama SHFE. Nah itu kan over sekitar 750.000 ton. Nah itu juga mesti kita exercise supaya nanti jangan sampai nanti produksi kita menambah lagi over-nya,” ujar Tri kepada awak media, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (29/10/2026).

Inventaris nikel di berbagai bursa logam utama dunia./dok. BMI