Logo Bloomberg Technoz

Catatan atas Data Inflasi: Pangan, Energi, dan Pelemahan Rupiah

Redaksi
02 November 2026 15:19

Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)
Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inflasi Indonesia pada Oktober sedikit melambat secara bulanan. Namun belum sepenuhnya mencerminkan meredanya tekanan harga secara umum.  

Pada Senin (2/11/2026), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumukan terjadi inflasi sebesar 0,22% secara bulanan (month-to-month/mtm) untuk periode Oktober. Lebih rendah daripada 0,28% pada Oktober 2025.

Namun secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi justru naik jadi 3,23%, daripada 2,86% pada periode sama tahun lalu. 


Sementara itu, inflasi tahun berjalan (year-to-date/ytd) mencapai 2,4%, lebih tinggi dibandingkan 2,1% di periode sama tahun lalu (Januari-Oktober 2025). 

Sehingga, meskipun laju kenaikan harga pada Oktober relatif terkendali dan angkanya lebih rendah daripada proyeksi analis/ekonom dalam konsensus Bloomberg, akumulasi tekanan harga sepanjang tahun masih lebih tinggi ketimbang periode sebelumnya.