KOMODITAS TAMBANG
Penambang Nikel Harap Kuota RKAB 2027 Selaras Tren Permintaan
Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) berharap kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027 ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi kelebihan pasokan logam nikel di pasar global dan penurunan permintaan domestik.
Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey menilai kuota produksi yang ditetapkan perlu disesuaikan dengan permintaan logam nikel global yang cenderung melandai, penurunan permintaan diramal karena kondisi oversupply.
Selain itu, Meidy juga mencermati penurunan permintaan bijih dari sejumlah wilayah di Indonesia. Dia berharap faktor tersebut turut dipertimbangkan Kementerian ESDM dalam menetapkan kuota produksi 2027.
“Kalau dari kita sesuaikan satu demand global, yang paling penting global dahulu, baru sesuaikan dengan domestik, karena domestik saat ini ada pengurangan [produksi] akibat lagi kondisi over[supply],” kata Meidy di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (29/10/2026).
“Pengurangan itu bisa dipengaruhi oleh produksi, kemudian oleh beberapa daerah market itu mengurangi permintaan juga,” tegasnya.





























