Logo Bloomberg Technoz

Saham BYAN Jadi Biang Keladi Buat IHSG Turun Nyaris 1%

Muhammad Julian Fadli
21 September 2026 18:40

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,88% di posisi 6.384 pada penutupan perdagangan Senin (21/9/2026). Indeks Komposit ditekan performa negatif saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan sejumlah saham infrastruktur lainnya.

Sepanjang perdagangan IHSG terus–menerus terpeleset di zona merah. Adapun rentang perdagangan terjadi pada 6.451 hingga terdalam menyentuh 6.381.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 21 September 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp11,84 triliun dari sejumlah 26,9 miliar saham ditransaksikan, dengan frekuensi yang terjadi 1,83 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 280 saham, dan 354 saham terjadi pelemahan. Sisanya 156 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham infrastruktur, saham konsumen primer, dan saham konsumen energi utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 1,37%, 0,94%, dan 0,93% begitu juga saham barang baku drop 0,88%, disusul oleh pelemahan pada saham perindustrian dengan melemah 0,81%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.