Logo Bloomberg Technoz

Pemilu Selandia Baru Sengit, Pemerintahan PM Luxon Terancam

News
07 November 2026 14:30

Christopher Luxon. (Fotografer: Brendon O’Hagan/Bloomberg)
Christopher Luxon. (Fotografer: Brendon O’Hagan/Bloomberg)

Ainsley Thomson - Bloomberg News

Bloomberg, Penghitungan suara tengah berlangsung dalam pemilihan umum Selandia Baru yang berlangsung ketat. Tidak ada satu pun dari dua blok politik utama yang dipastikan menang. Komposisi pemerintahan berikutnya berpotensi bergantung pada apakah Partai Opportunity yang berhaluan sentris berhasil masuk parlemen untuk pertama kalinya.

Tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat, Sabtu (7/11). Komisi Pemilihan Umum mengatakan pihaknya menargetkan hasil sementara dari 95 persen tempat pemungutan suara dapat diumumkan pada pukul 23.30.


Jajak pendapat yang dirilis pekan ini menunjukkan bahwa blok kanan-tengah maupun kiri-tengah sama-sama membutuhkan dukungan Partai Opportunity untuk meraih mayoritas di parlemen yang memiliki 120 kursi dan membentuk pemerintahan berikutnya.

Perdana Menteri Christopher Luxon kesulitan meyakinkan pemilih bahwa Partai Nasional yang dipimpinnya—yang mengandalkan rekam jejak sebagai pengelola keuangan negara yang lebih baik—mampu meringankan tekanan biaya hidup atau memulihkan perekonomian yang lesu. Sementara itu, Partai Buruh pimpinan Ketua Oposisi Chris Hipkins juga kesulitan menawarkan alternatif yang meyakinkan. Dukungan justru mengalir ke partai-partai yang lebih kecil, yakni ACT dan New Zealand First di kubu kanan, Opportunity di tengah, serta Partai Hijau dan Te Pāti Māori di kubu kiri.