Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (21/9/2026).
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 11,47 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 6,65 poin
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengurangi 5,56 poin
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengurangi 4,92 poin
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 4,48 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengurangi 3,5 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 3,01 poin
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengurangi 1,96 poin
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengurangi 1,93 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengurangi 1,46 poin
Adapun saham infrastruktur lain juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) drop 9,65%, saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) terpeleset 6,04%, dan saham PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) juga melemah dengan kehilangan 4,88%.
Saham–saham lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) drop 4,27%, saham PT LinkNet Tbk (LINK) terpeleset 4,01%, dan saham PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) juga melemah dengan kehilangan 3,45%.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah 0,88% di level 6.384 pada perdagangan Senin (21/9/2026), di tengah minimnya katalis positif baru yang cukup kuat.
Indeks Futures di Bursa Wall Street bergerak menguat, investor mencermati perkembangan berita seputar AI dan pergerakan harga minyak. Gejolak di Timur Tengah yang masih berlanjut, yaitu terjadinya pertempuran antara Houthi yang didukung Iran dengan pasukan Arab Saudi, telah menimbulkan ketidakpastian atas kendali Selat Bab el-Mandeb.
Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) menyatakan telah melakukan pertemuan yang produktif dengan Wakil PM Tiongkok menjelang kunjungan Presiden Xi Jinping menuju AS pada minggu–minggu ini. Pembicaraan tersebut terutama meliputi topik mengenai AI dan perdagangan, pertemuan ini amat menjadi perhatian pasar.
Nilai tukar rupiah yang ditutup melemah 0,54% di level Rp17.838/US$ di pasar spot berdasarkan data Bloomberg, turut menjadi pemberat IHSG. Biarpun demikian, secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA100, namun terjadi pelebaran histogram negative MACD dan Stochastic RSI berpotensi membentuk death cross di area oversold.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.300–6.350 pada perdagangan Selasa (22/9/2026),” papar Phintraco Sekuritas dalam catatan terbaru.
Serupa, Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup di zona merah, menghadapi support 6.371. Angka ini kemudian menjadi critical level bagi pergerakan IHSG, sekaligus Neckline dari pola Head and Shoulders.
Adapun, “Jika IHSG ditutup di bawah 6.371, maka berkemungkinan melanjutkan pelemahan menuju support 6.230, sebelum sampai pada target pattern di sekitar 6.035 sampai dengan support psikologis 6.000,” analisis Panin Sekuritas.
(fad)































