Logo Bloomberg Technoz

Tangkal Serangan Peretas, Jepang Umumkan Paket Darurat Siber

News
07 November 2026 12:30

PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)
PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)

Sakura Murakami - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan paket darurat keamanan siber pada Jumat (6/11) sebagai upaya mendorong pendekatan yang lebih proaktif dalam menangkal serangan siber. Langkah ini diambil menyusul serangkaian insiden pembobolan keamanan yang mengguncang dunia usaha Jepang.

Takaichi mengatakan paket tersebut akan mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat langkah-langkah perlindungan dasar dan respons terhadap serangan siber. Pemerintah mengalokasikan sekitar 10 miliar yen (sekitar Rp1 triliun) untuk berbagai langkah tersebut, termasuk meningkatkan analisis investigatif terhadap serangan serta memberikan dukungan kepada para korban.


“Bahkan saat ini, masih terjadi berbagai kasus akses tanpa izin dan kebocoran data yang berpotensi memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan dunia usaha,” kata Takaichi kepada para anggota kabinet pada Jumat malam dalam rapat yang membahas paket tersebut.

“Mari kita lakukan segala upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan negara dalam menghadapi insiden semacam ini,” ujarnya.