Saham-saham Ini Menarik Dicermati Kala The Fed Kerek Suku Bunga
Muhammad Julian Fadli
22 September 2026 07:12

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengerek suku bunga acuan pekan lalu membuat pasar bersikap hati-hati terhadap pengetatan kebijakan moneter yang berkepanjangan (higher for longer). Kenaikan bunga acuan satu kali lagi dinilai menjadi katalis negatif bagi sejumlah sektor di pasar saham Indonesia.
The Fed dengan suara bulat memutuskan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 3,75–4%, pekan lalu. Pasar menilai kenaikan suku bunga belum berhenti sampai di sini, sehingga prospek pengetatan kebijakan moneter terus berlanjut.
Keputusan The Fed amat memengaruhi arus dana asing yang menyasar pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Terlebih dana global juga ditentukan oleh ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), indeks dolar AS, serta premi risiko global.
Keputusan The Fed mengerek suku bunga acuan diyakini mempersempit ruang kebebasan bagi Bank Indonesia (BI) untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter. Meski samping inflasi domestik tetap terkendali dan stabilitas nilai tukar rupiah relatif terjaga.
Analis Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menyarankan investor tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ia menyematkan rekomendasi untuk berfokus pada saham berfundamental kuat dan memiliki likuiditas tinggi.




























