Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah di Posisi 6.441

Muhammad Julian Fadli
18 September 2026 18:11

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,33% di posisi 6.441 pada perdagangan Jumat (18/9/2026), amblasnya saham–saham big caps jadi sebab, terutama saham PT Amman Mineral Tbk (AMMN) hingga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sepanjang perdagangan siang hari Indeks Komposit terus–menerus terjerembab di tren pelemahan dengan penurunan yang bertambah dalam, padahal pagi tadi sempat menguat. Adapun rentang jual–beli terjadi pada area level 6.521 sampai dengan terendah 6.419.

IHSG Penutupan Sesi II pada Jumat 18 September 2026 (Bloomberg)

Adapun tren bearish IHSG disebabkan oleh langkah The Fed yang bersikap hawkish setelah sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25bps menjadi 3,75%–4,00%, menegaskan tren pengetatan moneter global di tengah risiko inflasi yang masih tinggi, papar Phintraco Sekuritas.


Pelemahan IHSG juga tersengat sentimen dari analisis Goldman Sachs yang melihat The Fed akan kembali menaikkan suku bunga 25bps pada pertemuan Oktober 2026 dan probabilita menunjukan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga 25bps di Desember 2026 dengan probabilita mencapai 89%, jelas Panin Sekuritas, Selasa siang hari ini.

Perhatian investor juga tertuju pada laporan Kementerian Keuangan terhadap realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Agustus 2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).