Harga minyak mengakhiri pekan yang penuh volatilitas dengan kekhawatiran pasokan menjadi perhatian utama. Harga minyak awalnya menguat akibat gangguan pada jaringan pipa Arab Saudi, sebelum kemudian berbalik turun. Brent, sebagai patokan harga minyak global, masih naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini akibat konflik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran inflasi, dengan Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan harga bensin akan kembali meningkat.
Analis JPMorgan Chase & Co., termasuk Natasha Kaneva, mengatakan durasi perang Iran dan dampaknya terhadap arus energi semakin sulit diprediksi. “Untuk pertama kalinya sejak konflik Iran dimulai, kami tidak memiliki pandangan dasar. Kami benar-benar tidak tahu bagaimana memodelkan akhir dari konflik ini,” kata mereka.
Harga:
- Minyak WTI untuk pengiriman Oktober turun 0,9% menjadi US$101,02 per barel pada pukul 06.03 waktu Singapura.
- Minyak Brent untuk penyelesaian November turun 1% menjadi US$104,82 per barel.
(bbn)




























