Kuras Kas Rp670 T, Perang Iran Ancam Dorong Inflasi AS
News
16 September 2026 07:00

Gregory Korte dan Erik Wasson - Bloomberg News
Bloomberg, Keputusan Donald Trump untuk berperang dengan Iran telah membebani pembayar pajak AS sebesar US$38 miliar (sekitar Rp670 triliun) dalam biaya langsung selama lima bulan pertama konflik. Perang ini juga akan mendorong inflasi naik sekitar 0,5 poin persentase pada awal tahun depan, menurut studi baru Kongres AS.
Biaya tersebut mencakup penggantian amunisi yang telah digunakan dan peralatan yang hilang dalam pertempuran, peningkatan jam penerbangan, serta kenaikan biaya bahan bakar, kata Congressional Budget Office (CBO) dalam surat kepada anggota DPR AS dari Pennsylvania Brendan Boyle, yang merupakan anggota Demokrat paling senior di Komite Anggaran DPR, pada Selasa (15/9).
Estimasi CBO tersebut sejalan dengan kesaksian Menteri Pertahanan Pete Hegseth kepada Kongres pada Juli, yang menyebut biaya perang telah mencapai US$37,5 miliar saat itu. Setiap tambahan satu bulan konflik akan menelan biaya setidaknya US$2 miliar hingga US$3 miliar. "Biaya bulanan bahkan bisa melonjak lebih tinggi jika eskalasi kekerasan terus terjadi," tulis laporan tersebut.
Laporan itu juga memberikan estimasi pemerintah pertama mengenai dampak perang terhadap inflasi AS. Akibat terganggunya pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz, CBO kini memproyeksikan salah satu indikator inflasi utama yang dipantau Federal Reserve (The Fed) akan 0,5 poin persentase lebih tinggi pada awal 2027 dibandingkan proyeksi yang dibuat pada Februari.





























