Logo Bloomberg Technoz

Kondisi Global Agak Kondusif, Begini Prediksi Rupiah Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
18 September 2026 08:00

Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mata uang rupiah dengan latar dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di perdagangan pasar spot, Jumat (18/9/2026), rupiah mendapat ruang penguatan dan diproyeksi bergerak di kisaran Rp17.650-Rp17.750/US$, seiring penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan. 

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah bergerak di kisaran Rp17.801/US$ pada 06:52 WIB. Kemudian mata uang Nusantara terapresiasi ke Rp17.778/US$ pada 07:46 WIB.

Ruang penguatan rupiah ditopang pasar obligasi domestik yang tersengat reli pasar saham dan obligasi Asia, usai Wall Street reli setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federa Reservr mengerek suku bunga sesuai ekspektasi pasar.


Kemarin, pasar Surat Utang Negara (SUN) tertekan dan mengalami kenaikan yield. Namun pagi ini tenor 1 tahun terpangkas 8,8 bps dari 6,8% ke 6,74% dan yield tenor 10 tahun terpangkas tipis 0,4 bps ke 7,15% dari 7,16%. 

Sementara sebagian kecil mata uang Asia bergerak di zona merah seperti yen Jepang, dan dolar Singapura. Lainnya membukukan penguatan seperti yuan offshore, ringgit Malaysia, dan won Korea Selatan.