Logo Bloomberg Technoz

Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, AS Tunda Pengumuman Tarif Baru

News
18 September 2026 08:10

Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing, China. dok: Bloomberg
Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing, China. dok: Bloomberg

Alicia Diaz dan Michelle Jamrisko - Bloomberg News

Bloomberg, Amerika Serikat (AS) diperkirakan bakal menunda pengumuman tarif impor baru terkait dugaan kapasitas produksi berlebih (excess capacity) dari mitra dagangnya, setidaknya hingga selesainya KTT yang direncanakan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pekan depan, menurut beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa pemerintah AS berniat merilis laporan perdagangan mengenai kapasitas berlebih tersebut sebelum pertemuan puncak pemimpin AS-China, yang akan merekomendasikan tarif sebesar 7,5% pada barang-barang China. Alasan penundaan tersebut masih belum jelas.


Belum diketahui pula apakah tarif final akan berubah dari tingkat yang sebelumnya diperkirakan. Tarif tersebut akan mengembalikan bea masuk era kedua pemerintahan Trump terhadap China ke kisaran 20%, tingkat yang sebelumnya disebut Beijing sejalan dengan kesepakatan gencatan perdagangan dengan Washington.

Pada Maret, pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan terhadap belasan mitra dagang utama berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan 1974 terkait kekhawatiran atas kapasitas produksi berlebih. Tarif yang diperkirakan akan diberlakukan tersebut, bersama bea masuk yang telah diterapkan terkait kerja paksa, pada akhirnya diperkirakan mendorong tingkat tarif mendekati bea masuk khusus negara yang diberlakukan Trump, tetapi dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS awal tahun ini.