Logo Bloomberg Technoz

Produsen Laptop dan HP 'Kelas Dua' Terancam Kenaikan Harga Chip

Merinda Faradianti
18 September 2026 08:15

Ilustrasi Laptop Ai PC (Envato)
Ilustrasi Laptop Ai PC (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Produsen laptop dan smartphone independen menghadapi tekanan dari kelangkaan chip memori yang diperkirakan berlanjut hingga 2027. Kondisi ini mendorong sejumlah produsen mengubah desain perangkat, mengamankan pasokan lebih awal, hingga meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen.

Permasalahan utama yang dihadapi produsen kecil bukan lagi sekadar harga, tetapi ketersediaan chip. Perusahaan yang tidak mendapatkan alokasi pasokan berisiko tidak dapat memproduksi perangkat.

Raymond van Eck, CEO produsen ponsel asal Belanda Fairphone, mengatakan ketersediaan chip menjadi faktor utama bagi produsen untuk tetap menjalankan bisnis, mengutip Reuters, Jumat (18/9/2026). "Jika Anda tidak memiliki alokasi, Anda keluar dari permainan," sebutnya.

Tekanan ini terutama dirasakan produsen perangkat kelas bawah karena biaya memori yang meningkat membuat produksi smartphone murah semakin sulit secara ekonomi. Counterpoint Research sendiri memperkirakan pengiriman smartphone global turun 13,9% pada 2026 menjadi 1,08 miliar unit. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam dalam sejarah, salah satunya akibat kenaikan biaya memori yang menekan kelayakan produksi HP entry-level.

Harga Memori Masih Tinggi


Kenaikan harga chip memori memang mulai melambat, tetapi pasokan masih terbatas. TrendForce memperkirakan harga kontrak DRAM konvensional naik 13%-18% pada kuartal ini, jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan 93%-98% pada kuartal sebelumnya.

Produsen ponsel Finlandia Jolla mengatakan biaya gabungan DRAM dan penyimpanan sempat mencapai puncaknya pada akhir Maret dan masih bertahan pada level tersebut.