Haji Isam Masuk Saat BYAN Berpotensi Kehilangan Profit Rp5 T
Dityasa Hanin Forddanta
18 September 2026 07:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga pemeringkat global, Moody's Ratings, menurunkan prospek atau outlook PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dengan peringkat (rating) perusahaan tetap di Ba1.
Penurunan outlook tersebut dilakukan tak lama setelah BYAN mengumumkan secara resmi pengambilalihan sekitar 30% saham perusahaan oleh Haji Isam.
Meski demikian, penurunan outlook tersebut tidak berkaitan dengan masuknya Haji Isam ke BYAN, melainkan dipicu oleh kondisi kahar (force majeure) akibat belum disetujuinya revisi RKAB 2026. Kondisi kahar ini yang berpotensi menekan profitabilitas BYAN di pelaporan keuangan pasca masuknya Haji Isam.
"Prospek negatif ini mencerminkan ketidakpastian regulasi terkait alokasi kuota produksi, yang telah mendorong BYAN untuk menyatakan force majeure. Jika tidak segera diselesaikan, ketidakpastian ini dapat menghambat produksi dan membebani kinerja keuangan," ujar Anthony Prayugo, Assistant Vice President Moody's Ratings dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).
Dia menambahkan, indikator kredit (credit metrics) Bayan sejatinya kuat, didukung oleh posisi perusahaan yang masih bebas dari utang (debt free). Namun, ketidakpastian soal kuota tersebut menjadi risiko yang bisa menghalangi pertumbuhan produksi perusahaan.




























