Bursa Asia Mengekor Wall Street, Fokus Tertuju ke Keputusan BOJ
News
18 September 2026 07:00

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham dan obligasi Asia diperkirakan menguat, mengikuti reli di Wall Street setelah penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan kembali mendorong minat investor terhadap aset berisiko. Yen bergerak stabil menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ).
Kontrak berjangka indeks saham Jepang, Korea Selatan, dan Australia semuanya mengindikasikan penguatan saat pembukaan perdagangan. Kontrak saham AS bergerak relatif stabil setelah indeks acuan mencatat kenaikan terbesar dalam enam minggu. Indeks S&P 500 naik 1,1%, sedangkan Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi menguat 1,7%. Indeks utama saham perusahaan semikonduktor melonjak 3,1%.
Harga minyak turun untuk sesi kedua pada Kamis (17/9), setelah pasar fisik mengalami pendinginan dari level tertinggi baru-baru ini dan para pedagang memperkirakan sejumlah gangguan pasokan di Timur Tengah hanya bersifat sementara. Penurunan harga minyak membantu mendorong reli obligasi Treasury AS di seluruh kurva imbal hasil. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun turun sembilan basis poin menjadi 4,93%, setelah sempat menyentuh 5,02% pada Rabu menyusul keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Harga emas naik pada Kamis, mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Penurunan harga minyak mentah memberikan sedikit kelegaan bagi pasar dari kekhawatiran inflasi dan suku bunga yang telah mendorong kenaikan imbal hasil dalam beberapa pekan terakhir. Keberlanjutan kondisi tersebut kemungkinan bergantung pada apakah harga minyak terus turun. Sementara itu, perhatian di Asia beralih ke BOJ, yang diperkirakan menaikkan suku bunga pada Jumat dan memberikan sinyal mengenai sejauh mana pengetatan kebijakan masih akan dilakukan.



























