Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Menguat, Senada Bursa Asia

Muhammad Julian Fadli
17 September 2026 17:58

Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan hari ini, Kamis (17/9/2026), di zona hijau. IHSG berhasil menguat 0,4% di posisi 6.462.

Sejak pembukaan pagi tadi, IHSG melaju fluktuatif dengan intensitas tinggi hingga sempat menyentuh posisi terendah 6.418, dan juga sempat mencapai posisi tertingginya 6.500 terdorong melesatnya saham–saham big caps yang menjadi penopang, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) misalnya.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 17 September 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan jual–beli saham mencapai Rp13,93 triliun dari sejumlah 28,54 miliar saham yang berhasil diperjualbelikan, dengan frekuensi perdagangan yang terjadi 1,86 juta kali.


Adapun 384 saham mengalami penguatan terbaiknya, dan hanya ada 244 saham melemah. Sedang 164 saham tidak bergerak.

IHSG menjadi satu dari Bursa Asia yang serasi di zona hijau. SETI (Thailand), TW Weighted Index (Taiwan), TOPIX (Jepang), KOSDAQ (Korea Selatan), PSEI (Filipina), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), Straits Times (Singapura), dan NIKKEI 225 (Jepang), yang berhasil menguat pada tutup dagang hari ini.