Jauh di sisi berseberangan, CSI 300 (China), Hang Seng (Hong Kong), Shanghai Composite (China), KLCI (Malaysia), Shenzhen Comp. (China), KOSPI (Korea Selatan), dan SENSEX (India), yang masih melemah dan tertekan.
Penyebab IHSG Menguat
Sejumlah saham menjadi pendorong IHSG melesat pada penutupan perdagangan hari ini. Saham–saham konsumen non primer, saham energi, dan saham konsumen primer mencatatkan penguatan paling luar biasa, dengan masing–masing melesat mencapai 1,63%, 1,16% dan 0,88%.
Berdasarkan data Bloomberg, penguatan IHSG di zona hijau tak lepas dari kenaikan sejumlah saham berbobot besar terutama saham Bank Mandiri (BMRI) hingga saham Petrosea (PTRO) yang menopang hijaunya IHSG.
Saham BMRI berhasil menguat 2,11% di level Rp4.350/saham usai sebanyak 110 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BMRI sepanjang hari ini mencapai Rp478 miliar.
Lebih potensial lagi, saham PTRO mencatatkan kenaikan 4,92% hingga ditutup di posisi Rp5.325/saham. Nilai transaksi jual–beli saham PTRO mencapai 42 juta saham dengan nilai Rp224 miliar.
10 saham teratas yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyumbang 7,38 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyumbang 3,01 poin
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menyumbang 2,96 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 2,86 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyumbang 2,47 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 2,21 poin
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyumbang 2,17 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 2,04 poin
- PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyumbang 1,62 poin
- PT Petrosea Tbk (PTRO) menyumbang 1,61 poin
Melesatnya IHSG pada penutupan perdagangan hari ini terdorong sentimen berlanjutnya pelemahan harga minyak Brent hingga berhasil di bawah level US$103,57/barel setelah diberitakan Arab Saudi berencana memulihkan sekitar setengah dari kapasitas pipa pengiriman minyaknya dalam beberapa hari serta akan mengembalikannya ke kapasitas operasional penuh dalam waktu enam pekan.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, perusahaan milik negara, Saudi Aramco, sedang berupaya mengalihkan aliran minyak agar menghindari bagian pipa yang rusak, sehingga memungkinkan pemulihan sebagian kapasitas pipa tersebut, kata sumber yang meminta namanya dirahasiakan karena informasi ini bersifat rahasia.
Aramco juga telah meningkatkan penjualan minyak dari luar Selat Hormuz untuk menutupi sebagian volume yang hilang, seperti dilaporkan Bloomberg sebelumnya. Efek langsungnya, harga West Texas Intermediate (WTI) turun mendekati US$100,75/barel, setelah kehilangan 4,78% point–to–point, penurunan terbesar sejak 4 Agustus.
Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas level 6.400 dan indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold. Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada rentang 6.400–6.550 pada perdagangan Jumat (18/9/2026), analisis Phintraco Sekuritas.
Senada, Panin Sekuritas menuturkan, IHSG ditutup di zona hijau, bertahan di atas support MA50 di 6.432. Stochastic golden cross di rentang area oversold.
“IHSG berpotensi rebound menutup gap 6.586 sebelum sampai pada resistance 6.713,” terang Panin dalam catatan terbarunya.
Di sisi lain, jika IHSG bergerak di bawah support 6.371, maka support selanjutnya berada pada titik previous low 6.230.
(fad)






























