Logo Bloomberg Technoz

Amran Klaim Stok Beras Aman 10 Bulan, Respons Harga Naik

News
16 September 2026 06:00

Penerima Bantuan Pangan (PBP) membawa beras di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Penerima Bantuan Pangan (PBP) membawa beras di Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman hingga sepuluh bulan ke depan.

Amran menyatakan total cadangan beras nasional saat ini telah menembus angka 25 hingga 26 juta ton di tengah ancaman krisis pangan global dan fenomena cuaca ekstrim El Nino.

“Di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Ini terjadi di belahan dunia, bahkan ada El Nino yang sangat ekstrem, El Nino Godzilla yang terberat. Totalnya [stok beras] 25-26 juta ton, cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan,” ungkap Amran dalam agenda konferensi pers di Kantor Kementan, Selasa (15/9/2026). 


Amran menjelaskan total cadangan tersebut berasal dari estimasi produksi tanaman siap panen (standing crop) sebesar 10 juta ton, stok di sektor perhotelan, restoran, kafe, dan rumah tangga yang mencapai lebih dari 10 juta ton, serta cadangan beras di Perum Bulog sekitar 5 juta ton. 

Dengan tingkat kebutuhan beras nasional sebesar 2,5 hingga 2,6 juta ton per bulan, ia menegaskan bahwa pasokan beras nasional sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan tahun depan.