Utang Luar Negeri Indonesia Makin Rentan Tertular Sentimen Global
Redaksi
16 September 2026 06:37

Bloomberg Technoz, Jakarta - Posisi utang luar negeri Indonesia kembali meningkat pada Juli. Berdasarkan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI), posisi utang luar negeri mencapai US$454,76 miliar, naik 4,9% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari data itu, utang luar negeri pemerintah tercatat US$218,39 miliar, meningkat 0,49% yoy dari US$217,33 miliar setahun sebelumnya. Sementara itu, utang luar negeri swasta masih turun 1,46% menjadi US$194,48 miliar.
Sebaliknya, kewajiban luar negeri Bank Indonesia (BI) terlihat melonjak 34,5% yoy menjadi US$41,89 miliar, dari US$31,15 miliar. Struktur kewajiban BI pada Juli terdiri atas surat berharga US$15,90 miliar, mata uang dan simpanan US$17,24 miliar, serta alokasi Special Drawing Rights (SDR) US$8,76 miliar.
Jika melihat komposisinya, maka dari total utang luar negeri pemerintah sebesar US$218,39 miliar, sekitar 67,1% atau setara US$146,59 miliar berbentuk Surat Berharga Negara (SBN) alias obligasi pemerintah. Sedangkan, komposisi pinjaman bilateral maupun multilateral 'hanya' US$71,8 miliar.
Dari angka itu terlihat juga bahwa pemerintah semakin mengandalkan pembiayaan berbasis pasar daripada pinjaman. Memang utang jenis ini memberi fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan pembiayaan, juga memungkinkan pemerintah menjangkau basis investor yang lebih luas. Namun konsekuensinya, utang luar negeri pemerintah kini semakin sensitif terhadap kondisi pasar keuangan global.

























