Bursa Asia Berpotensi Naik Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed
News
16 September 2026 06:40

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia berpotensi menguat tipis pada Rabu (16/9), meski lonjakan harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi membuat investor tetap waspada menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Kontrak berjangka indeks saham menunjukkan kenaikan moderat di Jepang, Hong Kong, dan Australia saat pembukaan perdagangan, sementara kontrak berjangka Korea Selatan relatif tidak berubah. Kontrak berjangka saham AS dibuka menguat setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing melemah untuk sesi kedua berturut-turut pada Selasa.
Harga minyak AS turun 0,4% pada awal perdagangan Asia, Rabu, setelah minyak mentah Brent ditutup mendekati US$109 per barel. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sempat naik hingga 5,04% sebelum kembali ke 5,00%. Obligasi Treasury bertenor lebih panjang melanjutkan penurunan setelah lelang obligasi tenor 20 tahun senilai US$13 miliar mendapat permintaan lemah. Dolar AS menguat untuk hari kedua berturut-turut.
Di tempat lain, Bitcoin memperpanjang penurunannya setelah Senat AS memblokir rancangan undang-undang penting terkait struktur pasar kripto.


























