Membaca Selera Pasar, MR.D.I.Y. Menajamkan Strategi Ritel

Bloomberg Technoz, Jakarta - MR.D.I.Y. Indonesia menjadikan pemahaman terhadap pola belanja pelanggan sebagai salah satu pijakan dalam memperluas jaringan dan menentukan pilihan produk. Strategi tersebut berjalan bersamaan dengan pencapaian jaringan 1.400 toko di Indonesia pada momentum Hari Pelanggan Nasional 4 September.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan pendekatan customer-centric menjadi dasar perusahaan dalam menentukan arah pertumbuhan.
“Sebagai Perseroan yang mengutamakan pendekatan customer-centric, kami menjadikan kebutuhan pelanggan sebagai kompas dalam menjalankan strategi pertumbuhan. Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum yang tepat untuk terus membuktikan bahwa pelanggan senantiasa menjadi pusat dari setiap langkah pertumbuhan MR.D.I.Y. Indonesia.”
Pendekatan tersebut tidak hanya diterapkan melalui pelayanan di dalam toko. Perseroan juga menggunakannya untuk membaca perubahan permintaan dan menentukan produk yang ditawarkan kepada pelanggan di berbagai daerah.
MR.D.I.Y. menyebut analisis terhadap pola pembelian, tingkat perputaran produk dan perubahan permintaan menjadi bagian dari proses memahami karakteristik pelanggan. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan dalam kurasi produk dan pengembangan pengalaman berbelanja.
Strategi tersebut terlihat dalam program khusus Hari Pelanggan Nasional. Perseroan menyiapkan lebih dari 800 produk yang dikurasi berdasarkan kebutuhan dan persona pelanggan dengan penawaran harga hingga 52% lebih hemat.
Produk yang dipilih mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari penataan rumah, kebutuhan sekolah dan kreativitas, olahraga, hobi dan game, perkakas, liburan, hingga fesyen dan pernak-pernik.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya membuat pilihan produk lebih relevan dengan kebutuhan sehari-hari pelanggan. Strategi ini sekaligus berjalan dengan prinsip value for money yang menjadi bagian dari proposisi MR.D.I.Y.
“MR.D.I.Y. Indonesia menjadikan kebutuhan pelanggan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan kurasi produk dan mengembangkan pengalaman berbelanja. Kami terus memperdalam analisis terhadap pola pembelian, tingkat perputaran produk, dan perubahan permintaan untuk memahami kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah,” ujar Edwin.
Strategi berbasis pelanggan tersebut berjalan ketika jaringan MR.D.I.Y. telah mencapai 1.400 toko. Hingga Agustus 2026, perusahaan telah membuka 177 toko baru dan menjangkau 445 dari 514 kota dan kabupaten di Indonesia.
Jaringan MR.D.I.Y. kini tersebar di 37 dari 38 provinsi. Ekspansi juga mencakup wilayah tier 3 seperti Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Buton Tengah.
Sepanjang Juli dan Agustus 2026, perseroan membuka 27 toko di luar Pulau Jawa. Sejumlah toko baru bahkan mencatatkan penjualan di atas target awal pada bulan pertama operasional.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari target ekspansi 2026. MR.D.I.Y. menargetkan pembukaan sedikitnya 270 toko baru sepanjang tahun ini.
Pertumbuhan jaringan juga diikuti pengembangan kualitas layanan. Perseroan melakukan pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan, termasuk penguasaan produk serta keterampilan interpersonal.
Dari keseluruhan jaringan, sekitar 80% toko MR.D.I.Y. merupakan standalone stores, sedangkan sisanya berada di pusat perbelanjaan. Setiap toko menawarkan sekitar 18.000 pilihan produk dalam 10 kategori utama.
Bagi perusahaan, pertumbuhan jaringan dan pemahaman pelanggan menjadi dua elemen yang saling berkaitan. Semakin luas jaringan, semakin beragam pula pola permintaan yang perlu dipahami di setiap wilayah.
Dengan jaringan yang telah mencapai 1.400 toko, MR.D.I.Y. Indonesia menyatakan akan melanjutkan ekspansi sembari mempertahankan fokus terhadap kebutuhan pelanggan.
“Ke depan, MR.D.I.Y. Indonesia akan terus hadir lebih dekat bagi keluarga Indonesia, dengan komitmen menghadirkan produk yang hemat dan lengkap di setiap toko baru," tutup Edwin.






























